Rabu, 08 Januari 2014

Tugas 5 : Kerangka karangan



BAB I             PENDAHULUAN
                       
                        1.1.      Latar Belakang Masalah………………………………….            1
                        1.2.      Identifikasi Masalah ………………………………………            2
                        1.3.      Pembatasan Masalah …………………………………….             3
                        1.4.      Perumusan Masalah ..............…………………………            4
               
1.5  Tujuan dan Kegunaan penelitian ........................................ 5                                                                                                                                                                                                         .                                              
            `          
BAB II            LANDASAN TEORI

                        2.1       Pengertian komunikasi....................………………..                    7
                        2.2.      Proses Komunikasi...............………………….............               10               
2.3       Tujuan Program Pelatihan..............................................               17       
2.4       Pandangan Sistem Terhadap ProgramPelatihan………               20    
                        2.5       Tujuan Pendidikan dan Pelatihan.…..…………….......              24
                        2.6       Prinsip-prinsip dan Metode-Metode Diklat....................             25  
                     2.7      Proses Penyusunan Program Diklat..........……………..              31
                        2.8      Evaluasi Pelaksanaan Diklat.................................……..             35
2.9       Pengertian Efektivitas...................................................              36
2.10     Hubungan Diklat dengan Efektivitas Kerja karyawan..             39

BAB.III  GAMBARAN UMUM DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGARSI     
                  3.1   Tempat  dan waktu penelitian .....................................                40
                     3.2    Metodologi penelitian…………………………………..           42
                             
BAB.IV       ANALISIS DAN PEMBAHASAN
                     4.1    Penentuan Sampel…………………………...................           58               
4.2        Analisis Terhadap Hasil Kuisioner Mengenai Diklat
         dan Efektivitas Kerja......................................................           59                                  
4.3        Analisis Pengaruh Pelaksanaan Program Diklat
Terhadap Efektivitas Kerja Karyawan......................                      77    

BAB.V         KESIMPULAN  DAN SARAN
                    5.1   Kesimpulan dan saran...……………………………………….       81

Perbedaan Krisis Ekonomi 1998, 2008 dan 2013

JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Boediono mengatakan kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2013 lebih baik dibanding tahun dan 1998 dan 2008. Meskipun demikian, pada 2013 Bank Sentral Amerika Serikat (AS) the Fed telah memutuskan untuk melakukan pengurangan stimulus secara bertahap dari USD85 miliar menjadi USD75 miliar.

Boediono menjelaskan, kondisi pada tahun 2008 tersebut sangat berbeda karakteristiknya dengan pengurangan likuiditas yang dilakukan sekarang.

"Bedanya sangat besar, bahwa tapering off triggernya bukan bangkrutnya perusahaan finansial. Ini timbul karena recovery negara maju seperti Amerika, dan ini ada waktu untuk respons. Beda tahun lalu ada ledakannya, sehingga semua tidak siap menghadapinya. Dengan itu saya pikir kita tidak terlalu kaget menghadapi ini," ucap Boediono saat acara Pembukaan Perdagangan Pasar Modal Tahun 2014, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Boediono mengaku Indonesia saat ini sudah siap dalam menghadapi pengetatan likuiditas yang dilakukan AS tersebut. "Saya kira kita siap menghadapi perubahan postur likuiditas ini," tegasnya.

Bentuk kesiapan melalui berbagai koordinasi tersebut diungkapkan Wapres dibuktikan dengan kinerja laporan keuangan Indonesia di 2013 yang cukup bagus meski di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

"Saya pastikan kondisi fiskal tahun ini bagus. 2013 fiskal oke, tidak ada yang kelewatan. Meski ada beberapa hal mengenai current account, tapi ini kalau kita bisa tangani dengan baik, maka ini bisa kita atasi. Sektor keuangan juga dari indikator menjukkan suatu yang baik," pungkasnya.(kie) (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2014/01/02/20/920584/perbedaan-krisis-ekonomi-1998-2008-dan-2013













Analisis :
What : Kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2013 lebih baik dibanding tahun dan 1998 dan 2008.
Who : Boediono
When : Kamis (2/1/2014)
Where : Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)
Why : Tapering off triggernya bukan bangkrutnya perusahaan finansial. Ini timbul karena recovery negara maju seperti Amerika, dan ini ada waktu untuk respons. Beda tahun lalu ada ledakannya, sehingga semua tidak siap menghadapinya.  
How : Kondisi fiskal tahun ini bagus. 2013 fiskal oke, tidak ada yang kelewatan. Meski ada beberapa hal mengenai current account, tapi ini kalau kita bisa tangani dengan baik, maka ini bisa kita atasi. Sektor keuangan juga dari indikator menjukkan suatu yang baik,"


Biaya Hidup di RI Capai Rp5,58 Juta/Bulan

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata biaya hidup secara nasional mencapai Rp5,58 juta per bulan. Jumlah tersebut terdiri dari kontribusi proporsi biaya hidup makanan dan nonmakanan masing-masing sebesar 35,04 persen dan 64,96 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan bahwa dari hasil survei yang dilakukan, Jakarta merupakan kota dengan biaya hidup (nilai konsumsi rumah tangga) tertinggi yakni Rp7,5 juta per bulan dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga seanyak 4,1.

"Sedangkan kota yang memiliki biaya hidup terendah adalah Banyuwangi dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga 3,6," tutur Suryamin dalam konferensi Pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Dia menuturkan, walaupun tercatat sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi, Jakarta merupakan kota yang memiliki proporsi biaya hidup makanan terendah. Sedangkan, lanjutnya, kota yang memiliki proporsi biaya hidup makanan terendah adalah Meulaboh.

Sementara itu, BPS juga mencatat, kota yang mengalami perubahan biaya hidup tertinggi dari tahun 2007 ke tahun 2012 adalah Purwokerto dengan persentase perubahannya mencapai 96,35 persen.

"Terendah perubahan biaya hidup terjadi di Banda Aceh dengan persentase perubahan mencapai 40,02 persen," pungkasnya. (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2014/01/02/20/920672/biaya-hidup-di-ri-capai-rp5-58-juta-bulan

Analisis :


What : Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata biaya hidup secara nasional mencapai Rp5,58 juta per bulan.
Who : Kepala BPS Suryamin
When : Kamis (2/1/2014)
Where : Kantor Pusat BPS, Jakarta 

Masyarakat Masih Bingung Daftar BPJS Kesehatan

SEMARANG – Hingga hari kedua pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, masih banyak masyarakat yang belum bingung mengenai prosedur pendaftaran sebagai anggota BPJS.

warga Mangkang Semarang, Robert, yang ditemui di posko BPJS RS Kariadi mengatakan, dia baru mengetahui program BPJS setelah diluncurkan oleh presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) 1 Januari lalu. DIa sendiri hingga kini belum mengetahui mekanisme pendaftaran sebagai anggota BPJS Kesehatan.

“Ini kemarin baru tahu dari media massa di launching sama presiden. Saya nggak tau gimana caranya mendaftar kalau dari masyarakat biasa,” ungkapnya jumat (3/1/2014).

Hal senada juga diungkapkan Tamiri yang kebetulan berada di rumah sakit Kariadi untuk menjenguk saudaranya. Menurutnya selama ini dia belum pernah mendapatkan sosialisasi mengenai pelaksanaan BPJS kesehatan.

“Baru tahu ini setelah tanya-tanya di rumah sakit kalau ada program ini. Mau nanya gimana kalau dari luar kota, ada cabangnya enggak di sana?” tutur dia.

Sementara itu humas RS Kariadi Semarang, Darwito mengatakan, pihaknya sengaja membuka posko sosialisasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Diharapkan dengan posko ini maka masyarakat bisa mengetahui manfaat dari program pemerintah ini.

“Sejak kemarin kita buka posko ini untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat supaya tau manfaat BPJS. Ini memang tugas kami sebagai rumah sakit pemerintah,” ujarnya

Menurutnya, RS Kariadi telah siap melaksanakan program pemerintah tersebut. Saat ini terdapat 900 unit tempat tidur untuk pasien, dimana 50 persen di antaranya untuk merawat pasien kelas tiga.

“Kita punya 900 bed atau tempat tidur dengan dilengkapi sekitar 400 dokter. Rata–rata untuk pasien kelas tiga terisi sekitar 85 persen, jadi kita siap kalau ada penambahan,” tukas dia. ()

http://economy.okezone.com/read/2014/01/03/320/921205/masyarakat-masih-bingung-daftar-bpjs-kesehatan


Analisa :
Sebaiknya lebih di sosialisasikan saja tentang bagaimana cara mendaftar sebagai anggota BPJS dan jangan menyulitkan masyarakat.

Penerimaan Bea Cukai Rp155,82 T

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, penerimaan negara dari sektor bea dan cukai pada tahun 2013 melebihi dari target dalam APBN-P 2013 yang dipatok Rp153,15 triliun.

"Sementara realisasi Rp155,82 triliun atau 101,74 persen. Melebihi target awal kita," turur Direktur Jenderal Bea Cukai Agung Kuswandono dalam konferensi pers di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (6/1/2014).

Rilis Kemenkeu menyajikan, penerimaan cukai mencapai angka Rp108,5 triliun atau lebih tinggi dari target APBN-P 2013 yang mencapai Rp104,7 triliun. Sedangkan untuk bea masuk, penerimaan mencapai Rp31,6 triliun atau di atas target yang mencapai Rp30,8 triliun.

Sementara itu, untuk bea masuk penerimaannya melebihi target dengan capaian 102,4 persen. Sedangkan untuk bea keluar, tercatat tidak mencapai target, yakni sebesar Rp15,8 triliun dari target awal sebesar Rp17,6 triliun.

"Bea keluar di bawah target, hanya Rp15,8 triliun. Tahun 2014, targetnya naik tinggi. Tapi banyak hal yang mempengaruhi penerimaan. Terutama untuk sektor cukai," pungkasnya.(rez) (wdi)


http://economy.okezone.com/read/2014/01/06/20/922578/penerimaan-bea-cukai-rp155-82-t-lampaui-target

Analisa     :

Sepertinya Bea Cukai akan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi negara dan 1 yang harus di ingat "jangan di korupsi".

Menteri BUMN: Harga Elpiji 12 Kg Sudah Pasti Diturunkan


JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama beberapa menteri bidang ekonomi dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurut Dahlan, kedatangannya bersama beberapa menteri lain adalah untuk berkonsultasi, apakah bisa diadakan perbaikan terhadap kenaikan harga elpiji 12 kilogram (kg), mengingat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menghendaki kenaikan tersebut.

"Kita ingin berkonsultasi ke BPK. Boleh enggak, misalnya, ada perbaikan, meskipun masih rugi tapi harga elpiji tidak besar yang penting ada koreksi dari temuan BPK itu," ujarnya di Gedung BPK, Senin (6/1/2014).

Dahlan melanjutkan, keputusan Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg pada 1 Januari 2014 merupakan salah satu tindak lanjut atas penemuan BPK. Dalam pemeriksaan tahunan, BPK mencatat bahwa Pertamina mengalami kerugian lebih dari Rp7 triliun, dan kerugian terbesar muncul dari elpiji 12 kg.

"Nah, kemudian ada rekomendasi elpiji naik, tapi memang di batas waktu 60 hari, tapi tidak hanya itu rekomendasinya," tambahnya.

Dahlan melanjutkan, melalui segala upaya yang dilakukan ia memastikan bahwa harga elpiji 12 kg dipastikan segera diturunkan. Menurutnya, Presiden SBY keberatan akan kenaikan harga dengan jumlah sebesar itu.

"Sudah pasti (akan ada kemungkinan penurunan harga), Presiden menghendaki jangan setinggi itulah kenaikannya. Namun menurut Dirut Pertamina, kenaikan itu pun masih rugi, dan sudah memutuskan jangan naik setinggi itu. Jadi kita perlu konsultasi dengan BPK terkait ini," pungkasnya. (wdi)





Analisis :
Menurut saya,memang seharusnya naik harganya tapi yang realistis dan tidak membuat masyarakat galau.

Tugas 5


Contoh jenis paragraf :

Generalisasi

Dari hasil penelitian saya dapat di simpulkan bahwa bermain game Skyrim selama seminggu dengan durasi 4 jam per hari dapat menyebabkan ketagihan,hal ini di sebabkan karena grafik game tersebut menarik dan petualangannya penuh misteri.

Analogi

Pertumbuhan pedagang petasan di malam tahun baru 2014 kemarin cukup signifikan dan tentunya meraup untung yang besar,sama seperti kemacetan di setiap ruas jalan di malam itu.begitulah nuansa tahun baru 2014 di Indonesia yang ramai.


Kausalitas

Banyaknya kali yang menjadi dangkal dan penduduk yang membuang sampah sembarangan menyebabkan banjir yang menggenangi hampir seluruh jalan ibu kota,akibatnya aktifitas pun terganggu dan lalu lintas menjadi semakin macet.