Rabu, 15 Januari 2014

Tugas 1

1.    Jelaskan dengan contoh “ Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar ”!
2.    Berikanlah contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi !


1.Penggunaan bahasa yang benar adalah penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa yang berlaku meliputi :
-Fonologi
-Tata bahasa
-Kosakata
-Ejaan
-Makna

Contohnya apabila berbicara dengan orang yang lebih tua.


2.Bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan alat untuk merumuskan maksud kita. Dengan komunikasi, kita dapat menyampaikan semua yang kita rasakan, pikirkan, dan ketahui kepada orang lain, kita dapat mempelajari dan mewarisi semua yang pernah dicapai oleh nenek moyang kita dan apa yang telah dicapai oleh orang-orang sejaman kita.contohnya dalam hal berdiskusi.

Diprotes Obama, SBY Berambisi Kembangkan Bisnis Kuliner Indonesia

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakin, suatu saat bisnis makanan khas Indonesia akan mendunia sama seperti makanan khas negara lain, Thailand misalnya.

Keyakinan SBY bukan muncul tanpa alasan. Optimismenya terbangun lebih besar sejak November 2011 lalu, saat Indonesia jadi tuan rumah East Asia Summit yang lebih kepada Kesenian Indonesia.

Namun sayangnya, pada satu acara santap malam para tamu dari berbagai negara dijamu pertunjukkan kesenian khas Indonesia, Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama mengkritik masakan untuk jamuan makan malam yang kurang memuat makanan khas Indonesia.

"Es bi way (SBY), tadi malam bagus sekali, saya suka dengan kesenian Indonesia, tariannya bagus, tapi saya protes, saya tunggu masakan Indonesia, ternyata tidak banyak," ujar SBY menirukan protes Obama kala itu, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

East Asia Summit sebuah asosiasi yang terdiri dari 18 negara di antaranya 10 negara ASEAN, dan 8 negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, India, Australia, dan Selandia baru. (rzy)


http://economy.okezone.com/read/2014/01/15/209/926501/diprotes-obama-sby-berambisi-kembangkan-bisnis-kuliner-indonesia


Analisisnya :

What : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakin, suatu saat bisnis makanan khas Indonesia akan mendunia sama seperti makanan khas negara lain, Thailand misalnya.
Who : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
When : Rabu (15/1/2014)
Where : Jakarta 
Why : Optimismenya terbangun lebih besar sejak November 2011 lalu, saat Indonesia jadi tuan rumah East Asia Summit yang lebih kepada Kesenian Indonesia.
How : Pada satu acara santap malam para tamu dari berbagai negara dijamu pertunjukkan kesenian khas Indonesia, Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama mengkritik masakan untuk jamuan makan malam yang kurang memuat makanan khas Indonesia.

Investor Sambut Positif Rencana Pertamina Akuisisi PGAS

JAKARTA - Rencana akuisisi PT Pertamina (Persero) terhadap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mendapat sambutan positif dari investor di lantai bursa. Harga saham PGAS melesat Rp300 ke level Rp4.420 dalam 4 hari berturut-turut.

"Setelah mengalami tekanan jual yang besar akibat simpang siur kebijakan Open Access, adanya kepastian soal rencana akuisisi Pertamina terhadap PGAS kelihatannya membuat investor kembali melihat peluang di saham PGAS. Tren positif ini kelihatannya jangka panjang," ujar Analis KDB Daewoo Securities, Andrew Argado di Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Menurut Andrew, simpang siur kebijakan Open Access menjadikan investor meninggalkan PGAS karena dinilai ada tarik menarik antara BUMN gas tersebut dengan Pertamina.

"Namun keputusan yang dibuat pemerintah bahwa Pertamina akan mengambil alih PGAS dan akan dimerger dengan Pertagas merupakan sinyal positif, karena tentu ini akan menciptakan sinergi usaha di sektor suplai gas yang kokoh," papar Andrew.

Senada dengan Andrew, Kepala Riset Samuel Sekuritas Adrianus Bias mengatakan bahwa untuk jangka panjang saham PGAS layak dibeli karena sinergi PGAS dengan Pertamina akan menjawab masalah kekurangan pasokan gas PGAS yang selama ini menjadi hambatan.

"Kekurangan suplai gas PGAS yang selama ini menjadi hambatan akan terselesaikan. Dukungan suplai gas Pertamina dalam sinergi Pertagas dengan PGAS tentu merupakan bisnis yang menjanjikan secara jangka panjang sehingga rekomendasi untuk saham ini untuk jangka panjang adalah Buy," ucapnya.

Seperti yang diketahui, pada 7 Januari 2014, Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Direksi dan Komisaris Pertamina melakukan pembahasan bersama mengenai rencana sinergi Pertagas dengan PGAS dan diputuskan bahwa Pertamina akan mengambilalih PGAS dalam waktu selambat-lambatnya 3,5 bulan ke depan.

Dasar keputusan itu adalah kurangnya pasokan gas yang dimiliki PGAS, sedangkan di sisi lain Pertamina melalui Pertagas memiliki pasokan gas yang lebih dari cukup untuk pemenuhan demand gas nasional.

Investor di lantai bursa tampaknya menyambut positif keputusan ini. Setelah mengalami tekanan jual yang cukup besar selama 2 bulan terakhir, sebagai dampak dari simpang siur Open Access, saham PGAS pun melesat naik selama 4 hari perdagangan berturut-turut.

Pada November 2013, saham PGAS masih bertengger di atas Rp5.000 per saham. Pada 7 Januari 2014, harga saham PGAS sempat menyentuh level terendah selama setahun di level Rp4.120 per saham.

Namun keputusan sinergi Pertamina dan PGAS telah mengembalikan kepercayaan investor pada peluang saham PGAS. Sejak 8 Januari 2014, harga saham PGAS rally naik hingga menyentuh level Rp4.420 di penutupan 13 Januari 2014, atau naik Rp 3.00 (7,28 persen) dalam 4 hari perdagangan berturut-turut. (kie)    (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2014/01/15/278/926326/investor-sambut-positif-rencana-pertamina-akuisisi-pgas

Analisisnya :
What : Rencana akuisisi PT Pertamina (Persero) terhadap PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mendapat sambutan positif dari investor di lantai bursa.
Who : Andrew Argado
When : Rabu (15/1/2014).
Where : Jakarta

Tak Mau Bangun Smelter, Perusahaan Tambang Bakal Ditutup

JAKARTA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menyatakan akan mengambil tindakan tegas jika ada perusahaan tambang yang keberatan membangun smelter pasca-penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pelarangan Ekspor Bahan Mineral.

"Keberatan silakan aja. Pokoknya kalau gak bangun (smelter) tutup. Yang jelas tidak boleh ekspor (bahan mineral mentah)," tutur Susilo ketika ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Dia mengingatkan agar perusahaan-perusahaan tambang seharusnya mulai serius membangun industri pemurnian dan pengolahannya sebelum terkendala usahanya dengan peningkatan bea keluar progresif yang bergerak naik dari tahun ke tahun.

"Bagi perusahaan-perusahaan yang akan ekspor konsentrat, dia harus sudah mulai serius membangun smelter. Jika mereka ekspor ada biaya keluaran yang jumlahnya makin lama makin progresif. Sehingga kalau mereka tak mau ya bagaimana," tukas Susilo.

Seperti diketahui, pasca penerapan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara melalui PP Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pelarangan Ekspor Bahan Mineral, beberapa perusahaan tambang raksasa menyampaikan keberatannya membangun smelter.

Pemerintah sendiri tetap bersih keras agar industri pengolahan dan pemurnian bahan mineral harus segera dibangun di dalam negeri sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk tambang. (rzy)

http://economy.okezone.com/read/2014/01/15/19/926618/tak-mau-bangun-smelter-perusahaan-tambang-bakal-ditutup

Analisisnya :
What : Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menyatakan akan mengambil tindakan tegas jika ada perusahaan tambang yang keberatan membangun smelter pasca-penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pelarangan Ekspor Bahan Mineral.
Who : Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo
Where : Hotel Shangri-La,Jakarta
When : Rabu (15/1/2014)
Why : Agar perusahaan-perusahaan tambang seharusnya mulai serius membangun industri pemurnian dan pengolahannya sebelum terkendala usahanya dengan peningkatan bea keluar progresif yang bergerak naik dari tahun ke tahun.
How : Pemerintah sendiri tetap bersih keras agar industri pengolahan dan pemurnian bahan mineral harus segera dibangun di dalam negeri sehingga dapat memberikan nilai tambah terhadap produk tambang.
 

SBY: Peluang Wirausaha Semakin Hari Makin Besar

JAKARTA - Dunia kewirausahaan di Indonesia semakin hari semakin berkembang. Meski demikian, bukan berarti peluang para pengusaha baru untuk merambah dunia kewirausahaan kian sempit. Sebaliknya, di tahun-tahun mendatang peluang bisnis dan kewirausahaan di Indonesia akan semakin membesar.

Hal tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Gerakan Kewirausahaan Nasional 2014, Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM), dan Mandiri Young Technopreneur (MYT) dengan tema "Spirit of Women Entrepreneurship", di Istora Senayan, Rabu (15/1/2014).

"Ekonomi Indonesia itu nomor 15 di dunia, sumber daya alam kita juga melimpah, potensi Tanah Air kita juga masih luas. Ekonomi kita tumbuh relatif tinggi meski dunia tidak bersahabat. Jika pertumbuhan ekonomi masih tinggi, maka demand atau permintaan akan tetap besar," ujarnya.

Melalui besarnya permintaan, Presiden SBY yakin bahwa akan muncul peluang-peluang baru yang dapat dijadikan celah bisnis bagi para pengusaha Indonesia. Dengan demikian, maka tingkat ekonomi Indonesia juga akan turut terangkat menjadi lebih tinggi.

"Kita juga ingin para pengusaha muda terus berkreasi agar dunia bisnis dan ekonomi terus berkembang. Jika ekonomi dan bisnis terus tumbuh maka akan membuka lapangan pekerjaan, jika masyarakat dapat perkejaan berarti kemiskinan dapat berkurang," tambahnya.

Presiden SBY turut mengingatkan, pada 2013 jumlah middle class yang merupakan konsumen dalam jumlah besar mencapai angka yang cukup besar. Angka ini, menurutnya, diprediksi membesar bekali-kali lipat pada tahun-tahun berikutnya. Dampak yang lalu akan muncul, jumlah barang jasa yang dibutuhkan juga akan semakin besar di masa yang akan datang.

"Jangan lupa tahun lalu jumlah masyarakat middle class 50 juta orang. Mendekati 2013, ini akan menjadi 125 juta. Artinya, mereka memerlukan barang dan jasa yang jauh lebih banyak dengan kualitas lebih baik," tambah Presiden.

Di akhir pidato, Presiden SBY mengatakan nantinya pergerakan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meluas dan berkembang merata bukan hanya di Pulau Jawa. Karena itu, ia berharap para pengusaha terus dapat memotivasi diri untuk selalu menciptakan kreasi-kreasi baru demi kemajuan dunia usaha dan perekonomian Indonesia.

"Pergerakan ekonomi dulu hanya terjadi di Pulau Jawa, sekarang sudah di luar-luar Jawa. Iptek juga semakin baik. Jika teknologi didatangkan, ini akan lebih baik. Indonesia orang-orangnya juga kreatif-kreatif. Jika semua ini disatukan akan memberikan nilai ekonomi yang tinggi," pungkasnya. (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2014/01/15/320/926428/sby-peluang-wirausaha-semakin-hari-makin-besar


Analisisnya :
What : Dunia kewirausahaan di Indonesia semakin hari semakin berkembang
Who : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
When : Rabu (15/1/2014).
Where : Istora Senayan
How : Presiden SBY yakin bahwa akan muncul peluang-peluang baru yang dapat dijadikan celah bisnis bagi para pengusaha Indonesia.

Menkeu: Pelarangan Ekspor Mineral Membuat Pasar Keuangan Positif

JAKARTA – Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan pelarangan ekspor bahan mineral mentah yang diberlakukan sejak 12 Januari 2014 disambut positif oleh pasar. Dia mengatakan, bukti sambutan positif tersebut tampak pada indeks saham yang mengalami kenaikan dan Rupiah yang kini menguat.

"Sejak ini ditetapkan pada Sabtu malam, Senin pagi pasar keuangan menyambut positif. Aturan ini membuat indeks saham tercetak positif dan Rupiah itu menguat cukup besar," tutur Chatib, dalam Indonesian Summite, The Economist, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Dia mengungkapkan, sebutan positif tersebut adalah bentuk kepercayaan pasar terhadap komitmen pemerintah dalam menerapkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (UU Minerba).

"Ini adalah bentuk respons dari pasar terhadap kebijakan minerba yang telah dikeluarkan pemerintah," ungkapnya.

Menurut Chatib, pengelolaan dan pemurnian mineral harus dilakukan di dalam negeri agar meningkatkan nilai tambah komoditas tambang mineral.

"Ke depan harga SDA itu akan jatuh, makanya seperti negara yang banyak menyimpan SDA itu melakukan sebuah pengolahan dan pemurnian sendiri di dalam negeri," pungkasnya. (rzy)

http://economy.okezone.com/read/2014/01/15/20/926528/menkeu-pelarangan-ekspor-mineral-membuat-pasar-keuangan-positif

Analisisnya :
What : Pelarangan ekspor bahan mineral mentah yang diberlakukan sejak 12 Januari 2014 disambut positif oleh pasar.
Who : Menteri Keuangan Chatib Basri
When : Rabu (15/1/2014).
Where : Hotel Shangri-La
Why : Bukti sambutan positif tersebut tampak pada indeks saham yang mengalami kenaikan dan Rupiah yang kini menguat




Rabu, 08 Januari 2014

Siapapun presidennya, utang jadi raja buat bangun infrastruktur

Merdeka.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas punya kabar buruk buat setiap calon presiden yang bakal berlaga di pemilihan umum tahun depan. Jika para calon itu terlalu umbar janji surga untuk program-program populis terutama terkait pembangunan infrastruktur, agaknya mereka harus gigit jari.

Dari hitungan Bappenas, mustahil membangun jalan raya, bendungan, bandara, dan pelbagai infrastruktur dasar tanpa bantuan utang luar negeri.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Dedy S. Priatna menjelaskan muasal perlunya utang untuk membangun Indonesia itu.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemerintah sejak era Megawati berakhir mencanangkan target ambisius. Pada 2019, listrik, jalan raya, dan sanitasi, harus terbangun 100 persen.

Sehingga, dalam Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP), Bappenas menyediakan skenario pembangunan infrastruktur gila-gilaan bagi pemimpin Indonesia selanjutnya. Tak cuma infrastruktur dasar, salah satu proyek monumental yang harus segera dijalankan negara ini misalnya pemanfaatan teknologi nuklir sebagai pembangkit listrik.

Apalagi, kalau pemerintahan terpilih pada 2014 tetap berambisi agar Indonesia menjadi negara menengah 12 tahun mendatang.

"Total keseluruhan, kalau kita ingin mencapai negara berpenghasilan menengah maka akan dibutuhkan biaya infrastruktur Rp 6.541 triliun," kata Dedy saat paparan akhir tahun di kantornya, Selasa (24/12).

Sebagai gambaran, hingga 2019, pembangunan sumber energi listrik butuh Rp 1.080 triliun, jalan raya butuh Rp 1.274 triliun, sanitasi perlu Rp 666 triliun, serta infrastruktur energi dan gas harus dicukupi dengan dana Rp 535 triliun. Nyaris mustahil, dari hitungan Bappenas, bila semua kebutuhan itu mengandalkan APBN.

Oleh karenanya, jika presiden baru mendatang mau menjalankan kebijakan pragmatis dan tidak antiutang luar negeri, maka ada beberapa skenario yang sudah disiapkan Bappenas.

Semuanya tidak lepas dari kewajiban mencari utang luar negeri, namun besarannya berbeda-beda. Berkaca dari politik anggaran APBN selama ini, Bappenas memperkirakan dana infrastruktur paling mentok cuma 30 persen dari anggaran negara.

Dedy menjelaskan, jika presiden baru ingin utang tidak terlalu besar dibanding rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), maka syaratnya harus menggenjot keterlibatan swasta dalam membangun infrastruktur. Khususnya lewat Kerja Sama Publik-Swasta (KPS).

Skenario pertama Bappenas, jika ingin 2020 semua target RPJM tercapai, maka pagu utang baik dari dalam maupun luar negeri, harus 30 persen terhadap PDB. Dengan demikian, supaya APBN tidak jebol, pertumbuhan KPS juga harus ikut meningkat, jadi di atas 20 persen.

"Ini skenario yang butuh usaha ekstra keras, sebab apakah pemerintah mau pagu utang sedemikian besar, dan KPS sekarang saja baru di atas 5 persen," ungkap Dedy.

Skenario kedua, lebih pragmatis. Target RPJM akan dicapai 75 persen pada 2020, dan baru tuntas semua pada 2025. Dalam skenario ini, pagu utang nasional terhadap PDB akan tetap 22,5 persen seperti saat ini, dan KPS harus digenjot sebesar mungkin, paling tidak di bawah 20 persen.

Skenario ketiga, lebih cocok untuk pemimpin bervisi mengurangi utang. Target ambisius RPJM hanya dipenuhi 50 persen, berarti infrastruktur dasar baru terbangun pada 2030.

Dalam kondisi demikian, level rasio utang terhadap PDB bisa diturunkan jadi 16,9 persen saja. KPS pun tak perlu terlalu ngoyo, paling tidak 15 persen dari total proyek infrastruktur.

Manapun skenario akan dipilih, Dedy meminta pemimpin baru Indonesia punya prioritas membangun jalan raya sampai pembangkit listrik. "Infrastruktur dasar seharusnya tidak ada tawar menawar," tandasnya.

Seluruh skenario Bappenas itu masih bisa berubah, bila presiden dan anggota DPR anyar bersedia duduk bersama untuk merancang besaran belanja infrastruktur yang lebih besar dari saat ini. Jika anggaran 2013 diproyeksikan untuk lima tahun ke depan, hanya akan terkumpul Rp 1.555 triliun.

Itu sebabnya, Dedy berharap pemerintahan besok bisa melibatkan lebih banyak swasta, utang luar negeri produktif, maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pembangunan. "Kapasitas pendanaan di luar pemerintah maksimal 70 persen," ungkapnya.
[bim]

http://www.merdeka.com/uang/siapapun-presidennya-utang-jadi-raja-buat-bangun-infrastruktur-proyeksi-2014.html


Analisisnya :
What : Dari hitungan Bappenas, mustahil membangun jalan raya, bendungan, bandara, dan pelbagai infrastruktur dasar tanpa bantuan utang luar negeri.
Who : Dedy.
When : Selasa (24/12).
Where : Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)
Why : Sebagai gambaran, hingga 2019, pembangunan sumber energi listrik butuh Rp 1.080 triliun, jalan raya butuh Rp 1.274 triliun, sanitasi perlu Rp 666 triliun, serta infrastruktur energi dan gas harus dicukupi dengan dana Rp 535 triliun.

Tugas 5 : Kerangka karangan



BAB I             PENDAHULUAN
                       
                        1.1.      Latar Belakang Masalah………………………………….            1
                        1.2.      Identifikasi Masalah ………………………………………            2
                        1.3.      Pembatasan Masalah …………………………………….             3
                        1.4.      Perumusan Masalah ..............…………………………            4
               
1.5  Tujuan dan Kegunaan penelitian ........................................ 5                                                                                                                                                                                                         .                                              
            `          
BAB II            LANDASAN TEORI

                        2.1       Pengertian komunikasi....................………………..                    7
                        2.2.      Proses Komunikasi...............………………….............               10               
2.3       Tujuan Program Pelatihan..............................................               17       
2.4       Pandangan Sistem Terhadap ProgramPelatihan………               20    
                        2.5       Tujuan Pendidikan dan Pelatihan.…..…………….......              24
                        2.6       Prinsip-prinsip dan Metode-Metode Diklat....................             25  
                     2.7      Proses Penyusunan Program Diklat..........……………..              31
                        2.8      Evaluasi Pelaksanaan Diklat.................................……..             35
2.9       Pengertian Efektivitas...................................................              36
2.10     Hubungan Diklat dengan Efektivitas Kerja karyawan..             39

BAB.III  GAMBARAN UMUM DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGARSI     
                  3.1   Tempat  dan waktu penelitian .....................................                40
                     3.2    Metodologi penelitian…………………………………..           42
                             
BAB.IV       ANALISIS DAN PEMBAHASAN
                     4.1    Penentuan Sampel…………………………...................           58               
4.2        Analisis Terhadap Hasil Kuisioner Mengenai Diklat
         dan Efektivitas Kerja......................................................           59                                  
4.3        Analisis Pengaruh Pelaksanaan Program Diklat
Terhadap Efektivitas Kerja Karyawan......................                      77    

BAB.V         KESIMPULAN  DAN SARAN
                    5.1   Kesimpulan dan saran...……………………………………….       81

Perbedaan Krisis Ekonomi 1998, 2008 dan 2013

JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Boediono mengatakan kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2013 lebih baik dibanding tahun dan 1998 dan 2008. Meskipun demikian, pada 2013 Bank Sentral Amerika Serikat (AS) the Fed telah memutuskan untuk melakukan pengurangan stimulus secara bertahap dari USD85 miliar menjadi USD75 miliar.

Boediono menjelaskan, kondisi pada tahun 2008 tersebut sangat berbeda karakteristiknya dengan pengurangan likuiditas yang dilakukan sekarang.

"Bedanya sangat besar, bahwa tapering off triggernya bukan bangkrutnya perusahaan finansial. Ini timbul karena recovery negara maju seperti Amerika, dan ini ada waktu untuk respons. Beda tahun lalu ada ledakannya, sehingga semua tidak siap menghadapinya. Dengan itu saya pikir kita tidak terlalu kaget menghadapi ini," ucap Boediono saat acara Pembukaan Perdagangan Pasar Modal Tahun 2014, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Boediono mengaku Indonesia saat ini sudah siap dalam menghadapi pengetatan likuiditas yang dilakukan AS tersebut. "Saya kira kita siap menghadapi perubahan postur likuiditas ini," tegasnya.

Bentuk kesiapan melalui berbagai koordinasi tersebut diungkapkan Wapres dibuktikan dengan kinerja laporan keuangan Indonesia di 2013 yang cukup bagus meski di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

"Saya pastikan kondisi fiskal tahun ini bagus. 2013 fiskal oke, tidak ada yang kelewatan. Meski ada beberapa hal mengenai current account, tapi ini kalau kita bisa tangani dengan baik, maka ini bisa kita atasi. Sektor keuangan juga dari indikator menjukkan suatu yang baik," pungkasnya.(kie) (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2014/01/02/20/920584/perbedaan-krisis-ekonomi-1998-2008-dan-2013













Analisis :
What : Kondisi perekonomian Indonesia di tahun 2013 lebih baik dibanding tahun dan 1998 dan 2008.
Who : Boediono
When : Kamis (2/1/2014)
Where : Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)
Why : Tapering off triggernya bukan bangkrutnya perusahaan finansial. Ini timbul karena recovery negara maju seperti Amerika, dan ini ada waktu untuk respons. Beda tahun lalu ada ledakannya, sehingga semua tidak siap menghadapinya.  
How : Kondisi fiskal tahun ini bagus. 2013 fiskal oke, tidak ada yang kelewatan. Meski ada beberapa hal mengenai current account, tapi ini kalau kita bisa tangani dengan baik, maka ini bisa kita atasi. Sektor keuangan juga dari indikator menjukkan suatu yang baik,"


Biaya Hidup di RI Capai Rp5,58 Juta/Bulan

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata biaya hidup secara nasional mencapai Rp5,58 juta per bulan. Jumlah tersebut terdiri dari kontribusi proporsi biaya hidup makanan dan nonmakanan masing-masing sebesar 35,04 persen dan 64,96 persen.

Kepala BPS Suryamin mengatakan bahwa dari hasil survei yang dilakukan, Jakarta merupakan kota dengan biaya hidup (nilai konsumsi rumah tangga) tertinggi yakni Rp7,5 juta per bulan dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga seanyak 4,1.

"Sedangkan kota yang memiliki biaya hidup terendah adalah Banyuwangi dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga 3,6," tutur Suryamin dalam konferensi Pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Dia menuturkan, walaupun tercatat sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi, Jakarta merupakan kota yang memiliki proporsi biaya hidup makanan terendah. Sedangkan, lanjutnya, kota yang memiliki proporsi biaya hidup makanan terendah adalah Meulaboh.

Sementara itu, BPS juga mencatat, kota yang mengalami perubahan biaya hidup tertinggi dari tahun 2007 ke tahun 2012 adalah Purwokerto dengan persentase perubahannya mencapai 96,35 persen.

"Terendah perubahan biaya hidup terjadi di Banda Aceh dengan persentase perubahan mencapai 40,02 persen," pungkasnya. (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2014/01/02/20/920672/biaya-hidup-di-ri-capai-rp5-58-juta-bulan

Analisis :


What : Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata biaya hidup secara nasional mencapai Rp5,58 juta per bulan.
Who : Kepala BPS Suryamin
When : Kamis (2/1/2014)
Where : Kantor Pusat BPS, Jakarta